Membuat Kemajuan Setiap Hari, Walaupun Hanya Sedikit

Hidup adalah tentang kemajuan, kehidupan yang kita jalani saat ini pun hasil dari para pendahulu kita yang mengembangkan dirinya masing-masing agar bisa maju mengembangkan kehidupan manusia di generasi selanjutnya (kita).

Kaki menaiki sebuah tangga
Photo by Lindsay Henwood on Unsplash

Mereka belajar setiap hari, melakukan eksperimen setiap hari, dan terus maju setiap hari untuk mengembangkan Bumi ini, mereka terus melakukannya sampai ajal sudah menjemput mereka.

Dan hasilnya, kita sebagai generasi saat ini, dimana era digital sudah dimulai; merasakan hasil dari jerih payah para pendahulu kita; filsuf, peneliti, profesor, dan lain sebagainya.

Kita juga harus meniru dan melakukan hal yang sama agar generasi mendatang juga bisa merasakan hal-hal yang kita nikmati saat ini di nanti masa mendatang.

Kenapa kita harus melakukan hal tersebut?

Agar kehidupan umat manusia tidak terancam punah, agar kehidupan manusia bisa terus berjalan walau kita sudah meninggalkan dunia ini.

Hal-hal apa saja yang bisa saya lakukan untuk meninggalkan sesuatu bagi dunia ini agar kehidupan manusia bisa terus maju?

Banyak sekali hal-hal yang bisa kita lakukan untuk berkontribusi bagi dunia kita ini. Di antaranya: membuat sebuah karya, menulis, menciptakan sesuatu, dan melakukan hal-hal seperti yang dilakukan oleh para pendahulu kita.

Kita bisa memanfaatkan kemampuan kita masing-masing untuk melakukan hal-hal tersebut untuk kemajuan Bumi.

Lalu, jangan memikirkan imbalan apa yang akan kita dapatkan dari melakukan kegiatan yang mulai tadi. Lakukanlah dengan sepenuh hati dengan tujuan untuk mempertahankan umat manusia.

Walaupun tidak ada hasil yang menguntungkan bagi diri kita, itu tidak apa-apa dan jangan terlalu dipikirkan. Dengan berpikir seperti itu saat membantu dunia juga akan membuat kematian kita menjadi bermakna, menjadi sebuah kematian tanpa penyesalan sedikit pun.

Sebuah kematian yang terhormat dan membanggakan.

Berlatih Berkontribusi Bagi Dunia

Kita bisa memulai berlatih untuk berkontribusi bagi kehidupan ini dimulai dengan sedikit demi sedikit. Misal, kemampuan saya ada di bidang menulis, saya akan menulis untuk membantu orang lain dalam kehidupan mereka, saya akan menulis setiap hari walaupun hanya beberapa kata saja, lalu saya akan mempublikasikan tulisan saya di blog ini agar bisa dibaca oleh orang-orang yang berkunjung di blog ini.

Melakukannya setiap hari walau hanya sedikit saja akan sangat berpengaruh sekali bagi kemajuan dunia ini. Jangan mengganggap hal sepele yang kita lakukan, yang kamu juga tidak perhatikan.

Seperti kata pepatah yang sering kita dengar dan masih populer hingga saat ini di telinga masyarakat Indonesia, mungkin juga di luar negeri:

Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit.

Asalkan konsisten melakukannya setiap hari, pasti suatu saat nanti akan ada hasil yang akan muncul di permukaan. Yang akan kita dan orang lain lihat dengan mata kepala kita sendiri.

Jadi, mari melakukannya setiap hari, secara konsisten, walau hanya sekecil kotoran di hidung yang kita gali dan lemparkan menggunakan jari di tangan kita.

Kemajuan Dimulai dari Diri Sendiri

Memulainya bisa kita terapkan kepada diri kita lebih dulu jika ingin membantu orang lain. Belajar yang rajin sambil terus berlatih setiap hari akan membuat kemajuan di dalam kehidupan pribadi kita sendiri.

Membaca buku yang bagus, menonton video-video yang mengedukasi di YouTube, mendengarkan artikel suara dari seseorang yang lebih berpengalaman, dan lebih sering memanfaatkan ponsel untuk hal-hal yang lebih berguna, lebih penting.

Membaca artikel ini, misalnya. Ha-ha.

Setelah berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun dan kita sudah mulai mahir melakukannya; kita bisa mulai membantu orang lain dengan memberikan edukasi atau nilai-nilai yang baik dan juga benar.

Tapi, jangan berhenti di situ saja walau kita sudah lumayan mahir menerapkannya kepada diri sendiri, teruslah berlatih dan terus memberikan opini kita kepada banyak orang sampai kita mati.

Sebelum kita mati, secara tidak sadar (atau sadar), kita sudah meninggalkan ajaran-ajaran baik tentang kehidupan kepada orang lain, dan mungkin; mereka akan meneruskannya kepada generasi selanjutnya juga.

Dan kita juga tidak tahu, mungkin nama kita akan diingat oleh banyak orang karena hasil dari semua hal yang telah kita lakukan semasa kita masih hidup. Dan, tentu saja; ini adalah hal yang sangat bermakna sekali walaupun kita sudah tidak bisa merasakan makna tersebut.

Lalu, mungkin; walau kita sudah mati, kita mungkin akan bisa menjadi inspirasi bagi generasi-generasi selanjutnya. Para pemuda pemudi akan mempelajari ilmu kita, lalu menerapkan dan menyebar luaskan lagi kepada lebih banyak orang.

Saya menulis ini juga dari ilmu-ilmu para pendahulu kita dengan karya-karya mereka yang luar biasa dituangkan lewat kata-kata dalam buku-bukunya. Ilmu filosofi yang saya pelajari juga terinspirasi dari sudut pandang filsuf dari barat seperti: Plato, Socrates, dan filsuf-filsuf lain yang sangat berpengaruh hingga saat ini.

Selain para filsuf dari barat, saya juga belajar banyak hal dari para filsuf Asia seperti: Lao Tzu, Miyamoto Musashi, dan sebagainya.

Kesabaran akan Kegagalan yang Pasti Akan Terjadi

Saat kita mulai maju untuk berkembang, akan ada banyak sekali kegagalan yang pasti akan kita rasakan, dan kegagalan-kegagalan tersebut tidak bisa kita hindari.

Yang bisa kita lakukan di titik ini adalah menerima dengan tenang kegagalan yang telah menghampiri diri kita. Karena kegagalan seperti yang dikatakan oleh penulis Mark Manson:

Kegagalan adalah tangga menuju kesuksesan.

Jadi, tidak usah terlalu takut jika pikiran kita tiba-tiba memikirkan kegagalan yang terjadi dalam proses kita berkembang untuk berkontribusi kepada dunia agar umat manusia bisa maju dan terus maju.

Di titik ini juga, kita harus melatih kemampuan kesabaran kita saat merasakan kegagalan yang tak bisa kita hitung jumlahnya.

Satu fakta mengenai kegagalan adalah, kita jadi bisa berkembang karena kita pasti akan mengubah nilai yang telah gagal kita terapkan sebelumnya kepada diri kita sendiri.

Selalu membuka diri untuk menerima kenyataan pahit ini adalah sesuatu yang baik. Selalu sukses malah akan membuat kita tidak bisa berkembang karena kita tidak bisa melihat kegagalan diantara banyaknya kesuksesan yang kita rasakan.

Dan juga, selalu sukses itu malah terlihat aneh, bukan?

Akan saya berikan satu qoute lagi mengenai subjudul ini yang terinspirasi dari konsep yin dan yang, atau kalau filsuf Alan Watts bilang: hukum kebalikan.

Ada kesuksesan, pasti ada kegagalan. Mereka berdua saling melengkapi dan pasti akan selalu ada di dalam kehidupan kita.

Mari melatih diri menghadapi kegagalan dengan kesabaran karena ini juga termasuk bagian dari melatih diri sendiri untuk berkembang.

Kesimpulan

Memperbaiki kesalahan-kesalahan kecil yang terus terjadi dalam hidup kita agar kita bisa maju. Dan dengan begitu kita bisa membantu orang lain dan dunia ini membuat sebuah kemajuan yang bisa diraih lewat kedua tangan mereka sendiri, peran kita di sini hanyalah memberi saran; entah orang tersebut menerima dan melakukannya atau tidak, itu bukan tugas dan urusan kita.

Tugas kita hanyalah berkontribusi kepada orang lain dan dunia.

Komentar